Rabu, 24 November 2010


Kompetensi dasar dan indikator
Kriteria Ketuntasan Minimal

Criteria penetapan ketuntasan
Kompleksitas
Daya dukung
Intake
Nilai KKM
2.1     Menguasai konsep gerak dan gaya.




74,1
·         Konsep gerak dianalisis.
Sedang
2
Sedang
2
Tinggi
2
77,8
·         Dibuat pola hubungan antara jarak dan perpindahan..
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
3
66,7
·         Antara kecepatan rata-rata dan kecepatan sesaat dibedakan.
Sedang
2
Sedang
2
Tinggi
2
72,8

2.1     Menguasai  Hukum Newton




66,7
·         Hokum Newton I,II,III dibuktikan melalui percobaan dan contoh kasus di dalam kehidupan sehari-hari
Tinggi
1
Sedang
2
Sedang
2
55,6
·         Perpaduan gaya-gaya dideskripsikan dengan cara membuat skema.
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2
66,7
·         Penjumlahan gaya-gaya dihitung  melalui persamaan matematis.
Sedang
2
Tinggi
3
Sedang
2
77,8
·         Konsep berat sebagai pengaruh dari medan gravitasi bumi dianalisis
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2
66,7
·         Melalui diagram fenomena aksi reaksi dianalisi.
Tinggi
1
tinggi
3
Sedang
2
66,7
·         Hukum-hukum keppler untuk gerak planet dianalisis berdasarkan hokum newton.
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2
66,7
2.2     Menghitung gerak lurus




66,7
·         Arti fisis dari GLB dan GLBB didemonstrasikan.
Tinggi
1
tinggi
3
Sedang
2
66,7
·         Besaran-besaran fisika dalam GLB dan GLBB disintesis dalam bentuk persamaan dan digunakan dalam pemecahan masalah
Tinggi
1
tinggi
3
Sedang
2
66,7
2.4  Menghitung gerak melingkar




72,25
·         Gerak melingkar beraturan dirumuskan secara kuantitatif.
Tinggi
1
tinggi
2
Sedang
2
55,6
·         Pengertian percepatan sentripetal dideskripsikan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2
66,7
·         Contoh gerak melingkar beraturan dan berubah beraturan dideskripsikan dalam kehidupan sehari-hari
Rendah
3
tinggi
3
Sedang
2
88,19
·         Perumusan kuantitatif gerak melingkar berubah beraturan disintesis
Sedang
2
Tinggi
3
Sedang
2
77,8
2.5  Menghitung gaya gesek




66,7
·         Adanya gaya gesekan yang terjadi diantara dua permukaan dibuktikan melalui percobaan dengan tingkat kekasaran permukaan yang berbeda
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2
66,7
·         Percobaan gerak benda pada bidang miring di bawah pengaruh gaya gesekan  dirancang

Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2
66,7
·         Besarnya gaya gesek Di rumuskan dan di terapkan dalam kehidupan sehari-hari
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2
66,7






Standar kompetensi    :  Menerapkan gerak Translasi,rotasi dan keseimbangan benda tegar.
Kode kompetensi        :  3                                                                            KKM sk : 6,7
Kompetensi dasar dan indikator
Kriteria Ketuntasan Minimal
Criteria penetapan ketuntasan
Kompleksitas
Daya dukung
Intake
Nilai KKM
3.1  Menguasai gerak tranlsasi dan rotasi




66,7
·         gerak tranlsasi dan rotasi dirumuskan secara kuantitatif
Tinggi
1
Sedang
2
Sedang
2
55,6
·         Pengaruh torsi di formulasikan pada kasus pengaruh torsi pada benda kaitannya dengan gerak rotasi benda tersebut
Tinggi
1
tinggi
3
Sedang
2
66,7
·         Di buat analigi hokum-hukum newton tentang gerak translasi dan gerak rotasi.
Sedang
2
Tinggi
3
Sedang
2
77,8
3.2  Menguasai konsep keseimbangan benda tegar.




66,7
·         Momen inersia untuk berbagai bentuk benda tegar di formulasikan
Tinggi
1
Sedang
2
tinggi
3
66,7
·         Hukum kekekalan momentum  sudut pada gerak rotasi diformulasikan dan di terapkan
Tinggi
1
tinggi
3
Sedang
2
66,7
3.3  Menghitung gerak translasi dan rotasi




66,7
·         Dinamika rotasi benda tegar dianalisis dalam berbagai kondisi
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2
66,7
·         Gerak menggelinding di tanpa slip dianalisis.

Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2
66,7
3.4  Menghitung keseimbangan benda tegar.




66,7
·         Jenis-jenis keseimbangan benda tegar di deskripsikan

Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2
66,7
·         Berbagai bentuk susunan benda tegar di rumuskan keseimbangan
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2
66,7












Nama Sekolah             :  SMK Negeri 2 Wonosobo
Mata Pelajaran            :  Fisika
Kelas/Semester            :  X/2
Kompetensi                 :  4                                                                   KKM Suatu pelajaran : 67,8
Alokasi Waktu            :  17 x 45 Menit                                               KKM Sk  :  63,6
Kompetensi dasar dan indikator
Kriteria Ketuntasan Minimal
Criteria penetapan ketuntasan
Kompleksitas
Daya dukung
Intake
Nilai KKM
4.1  Menguasai konsep Usaha/daya dan energi




63
·         Konsep Usaha sebagai hasil kali gaya dan perpindahan dibuktkan melaui persamaan matematis
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2
66,7
·         Usaha yang dilakukan sam dengan perubahan Energi kinetik pada benda di hitung dengan menggunakan rumus
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
3
66,7
·         Energi potensial Gravitasi dan enenrgi potensial listrik dubandingkan dengan kuantitatif
Tinggi
1
Sedang
2
Sedang
2
55,6
4.2  Menguasai hokum kekekalan energy




61,2
·         Hukum kekekalan energi mekanik pada gerak benda di bawah medan gaya konservatif di rumuskan secara matematis
Tinggi
1
Sedang
2
Sedang
2
55,6
·         Penerapan konservasi Energi diuraikan secara kuantitaatif dan kualitatif
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2
66,7
4.3  Menghitung usaha/daya dan Energi




66,7
·         Usaha/energi dan gaya disintesis kedalam persamaan matematis
Tinggi
1
tinggi
3
Sedang
2
66,7
·         Usaha/energi dan gayadi hitung ke dalam persamaanmatematis
Tinggi
1
tinggi
3
Sedang
2
66,7










Standar Kompetensi   :  Menerapkan Konsep inpuls dan momentum
Kode Kompetesi         :  5                                                                               KKM Sk  :  67,3
Kompetensi dasar dan indikator
Kriteria Ketuntasan Minimal
Criteria penetapan ketuntasan
Kompleksitas
Daya dukung
Intake
Nilai KKM
5.1   Mengenali Jenis Tumbukan




61,2
·         Pengertian tumbukan tak lenting,lenting sebagian ,dan lenting sempurna di deskripsikan
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
3
66,7
·         Jenis-jenis tumbukan tidak lenting,lenting sebagian, dan lenting sempurna
Tinggi
1
Sedang
2
Sedang
2
55,6
5.2 Menguasai konsep impuls dan hokum kekekalan   momentum



66,7

·         Konsep impuls dan momentum dan hubungannya di formulasikan dalam persamaan matematis
Tinggi
1
Sedang
2
Sedang
2
55,6
·         Hukum kekekalan momentum di formulasikan dalam persamaan matematis
Tinggi
1
tinggi
3
Sedang
2
66,7
·         Arti fisis  :  Impulls dan momentum dideskripsikan

Sedang
2
Tinggi
3
Sedang
2
77,8
5.3   menerapkan hubungan impuls dan momentum dalam perhitungan




74,1
·         Hukum kekekalan momentum anguler di terapkan dalam berbagai kondisi
Tinggi
1
Tinggi
3
Tinggi
3
77,8
·         Hukum kekekalan energi dan kekekalan momentum di integrasikan untuk berbagai peristiwa tumbukan

Tinggi
1
Tinggi
3
Sedang
2
66,7
·         Prinsip kekekalan momentum di terapkan untuk menyelesaikan masalah yang menyangkut interaksi gaya-gaya internal
Tinggi
1
Tinggi
3
Sedang
3
77,8











Standar kompetensi    :  Mengnterprestasikan sifat mekanik bahan
Kode Kompetensi       :  6                                                                               KKM Sk  :  72,5

Kompetensi dasar dan indikator
Kriteria Ketuntasan Minimal
Criteria penetapan ketuntasan
Kompleksitas
Daya dukung
Intake
Nilai KKM
6.1  Menguasai konsep elastisitas bahan




69,5
·         Konsep rapat massa, berat jenis di deskripsikan dan di rumuskan kedalam bentuk persaaan matematis
Tinggi
1
Tinggi
3
Sedang
2
66,7
·         Rumusan matematis dari konsep rapat massadan berat berat jenis di aplikasikan dalam perhitungan masalah FISIKA sehari-hari
Sedang
2
Tinggi
3
Sedang
2
77,8
·         Konsep tegangan dan regangan di deskripsikan dan di rumuskan kedalam bentuk persamaan matematis
Tinggi
1
Tinggi
3
Sedang
2
66,7
·         Definisi elastisitas di deskripsikan dan dirumuskan persamaan matematisnya
Tinggi
1
Tinggi
3
Sedang
2
66,7
6.2  Menguasai hokum HOOKE




70,4
·         Hukum Hooketentang elastisitas  bahan di analisis dan di buktikan melalui percobaan
Tinggi
1
Tinggi
3
Sedang
2
66,7
·         Konstanta pegas di tentukan dari data percobaan
Sedang
2
Tinggi
3
Sedang
2
77,8
·         Konstanta pegas,untuk susunan pegas seri,paralel dan gabungan di analisis dan di hitung dengan menggunakan rumusan matematika
Tinggi
1
Tinggi
3
Sedang
2
66,7
6.3  Menentukan kekuatan bahan




77,8
·         Konsep modulus elastisitas di analisis dan di rumuskan persamaan matematisnya

Sedang
2
Tinggi
3
Sedang
2
77,8
·         Kekuatan bahan di analisis bersasarkan modulus elastisitasnya
Sedang
2
Tinggi
3
Sedang
2
77,8



KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL
NAMA SEKOLAH : SMK N 2 WONOSOBO
MATA PELAJARAN : FISIKA
KELAS / SEMESTER : X / 1
STANDAR KOMPETENSI : MENGUKUR BESARAN DAN MENERAPKAN SATUANNYA
KODE KOMPETENSI : 1
ALOKASI WAKTU : 10x 40 menit
Kompetensi dasar dan indikator
Kriteria Ketuntasan Minimal

Criteria penetapan ketuntasan
Kompleksitas
Daya dukung
Intake
Nilai KKM
1.1    Menguasai konsep besaran dan satuan





·         Besaran pokok dan besaran turunan dibandingkan

Sedang
2
Sedang
2
Tinggi
2

·         Satuan besaran pokok diterapkan dalam system Internasional.
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
3

1.2    Menggunakan alat ukur yang tepat untuk mengukur suatu besaran fisis
Sedang
2
Sedang
2
Tinggi
2

·         Instrumen disiapkan secara tepat serta pengukuran dilakukan dengan benar berkaitan dengan besaran pokok panjang, massa, waktu, dengan mempertimbangkan aspek ketepatan (akurasi), kesalahan matematis yang memerlukan kaliberasi, ketelitian, (presisi) dan kepekaan ( sensitivitas )





·         Nilai yang ditunjukkan alat ukur dibaca secara tepat, serta hasil pengukuran ditulis sesuai aturan penulisan angka penting disertai ketidakpastiannya ( batas ketelitian, alat ) dengan tepat.
Tinggi
1
Sedang
2
Sedang
2

·         Angka penting, didefinisikan dan diterapkan dalam pengukuran.
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2

·         Pengertian tentang  kesalahan sistematik dan acak dijelaskan serta diberikan contohnya.

Sedang
2
Tinggi
3
Sedang
2

·         Kesalahan sistematik dihitung dalam pengukuran.

Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2

·         Data hasil pengukuran diolah dan disajikan dalam bentuk grafik dan dibuat kesimpulan tentang besaran fisis yang diukur berdasarkan hasil yang telah disajikan dalam bentuk grafik.
Tinggi
1
tinggi
3
Sedang
2

·         Hukum-hukum keppler untuk gerak planet dianalisis berdasarkan hokum newton.
Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2


Rabu, 03 November 2010

Jenis-Jenis Makanan Hewan


mata kuliah : pembelajaran sains 1 (SD) dosen : Muslih, Mpd
Jenis-Jenis Makanan Hewan

Pernahkah kamu pergi ke sawah, kebun, atau kebun binatang yang ada di daerahmu? Coba pergilah sekali lagi dan amati jenis-jenis makanan yang dimakan hewan-hewan tersebut. Adakah hewan yang memakan daun-daunan, biji-bijian, buah-buahan, atau hewan lain yang lebih kecil? Jenis-jenis makanan `hewan dikelompokkan menjadi dua, yaitu berupa tumbuh-tumbuhan dan berupa hewan lain.         

1. Makanan Berupa Tumbuhan
Tumbuhan merupakan sumber  makanan yang banyak  Dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Hampir semua  bagian tumbuhan dapat di makan oleh hewan. Dari daun,  batang, buah, bunga, biji, sampai akarnya pun bisa  dijadikan sumber makanan.  

















Gambar 3.1 Tumbuhan merupakan  sumber  makanan  utama bagi hewan.





a. Daun  
Bagian tumbuhan yang paling umum dijadikan makanan hewan adalah daun. Pernahkah kamu melihat ulat? Mungkin ada diantara kamu yang jijik melihat ulat. Ulat banyak terdapat di daundaun tumbuhan. Apakah makanan ulat? Ya, ulat memakan daun-daun tumbuhan tempat dia

b. Batang
Di desa, banyak petani yang memelihara sapi atau kerbau. Selain bisa diambil  tenaganya, hewan tersebut juga bisa dijadikan penghasilan tambahan bagi para petani. Apakah makanan sapi? Salah satu jenis makanan sapi adalah batang tumbuhan padi dan jagung. Tumbuhan lain yang biasa dimakan batangnya adalah pohon bambu. Panda sangat menyukai batang bambu muda. Dari Negara manakah panda berasal? Coba sebutkan hewan lain yang juga memakan batang tumbuh-tumbuhan!

c. Buah
Apakah kamu suka memakan buah-buahan? Buah apa yang paling kamu sukai? Selain kamu, banyak binatang yang makanan utamanya adalah buah. Binatang apa sajakah itu?
Kamu mungkin pernah mengigit ulat yang terdapat di dalam buah yang sedang kamu makan. Mengapa ulat berada di dalam buah? Ya, ada beberapa jenis ulat yang makanan utamanya adalah buah. Jenis ulat ini biasanya dianggap hama bagi para petani buah karena merugikan.

d. Biji
Biji merupakan bagian tumbuhan yang disukai oleh berbagai jenis hewan, terutama jenis burung. Biji padi dan jagung merupakan makanan lezat bagi burung pipit. Biji kenari banyak diincar tupai.

2. Makanan Berupa Hewan

Hewan-hewan kecil banyak yang menjadi mangsa bagi hewan yang lebih besar.Hewan yang bertubuh besar juga dapat menjadi makanan hewan lain. Tikus menjadi mangsa kucing. Kelinci menjadi makanan elang. Bahkan di hutan, hewan besar seperti zarafah, kijang, dan kerbau dijadikan mangsa oleh harimau dan singa.
PENGGOLONGAN HEWAN
Hewan banyak jenisnya. Ada yang besar ada yang kecil. Ada yang berjalan, merayap, dan ada yang terbang. Menurut jenis makanannya, hewan digolongkan menjadi tiga, yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora.

1. Herbivora
Hewan yang makanannya hanya berupa tumbuhan saja (rumput, daun-daunan, biji-bijian, dan buah-buahan) digolongkan sebagai hewan pemakan tumbuhan. Hewan pemakan tumbuhan juga disebut herbivora.
Hewan herbivora banyak terdapat di sekitar kita.


Herbivora memiliki gigi geraham dengan permukaan lebar dan bergerigi. Gigi gerahamnya juga memiliki banyak hubungan (bagian puncak gigi). Mengapa demikian? Agar dapat digunakan untuk menggiling rumput dan daun-daun yang keras. Dengan begitu, rumput dan daun yang telah dimakan dapat masuk ke dalam lambung secara mudah. Ada juga herbivora yang tidak memiliki gigi melainkan memiliki tembolok. Fungsi tembolok hampir sama dengan fungsi gigi geraham. 
Herbivora juga mempunyai gigi seri. Gigi seri berguna untuk memotong-motong makanan sebelum di kunyah.gigi geraham dengan pemukaan yang luas di gunakan untuk mengunyah makanan hingga lumat.
Paruh burung pemakan biji mempunyai ujung yang runcing tetapi tidak terlalu panjang. Sedangkan burung pemakan madu mempunyai paruh yang sangat panjang untuk menembus bunga dan menghisap madu.
Contoh hewan Herbivora yang makan dedaunan, yaitu kambing, kuda, gajah, dan sapi. Herbivora pemakan biji-bijian, antara lain, burung pipit,kenari, tupai, dan merpati. Herbivor pemakan buah adalah burung beo, ulat buah, dan jalak

2. Karnivora

Di depan telah dijelaskan bahwa terdapat hewan yang makanan utamanya hewan lain. Hewan jenis ini disebut karnivora. Hewan karnivora mudah dikenali karena memiliki bagian tubuh yang berbeda dengan hewan herbivora.
Ciri hewan karnivora mempunyai indra penglihat,pencium,dan pendengar yang baik.
Hewan karnivora mempunyai racun (bisa) dan gigi taring seperti ular.
Burung pemangsa memiliki paruh kuat,runcing,serta cakar yang kuat untuk mencengkram mangsa.sedangkan burung bangau memiliki paruh dengan bagian bawah berongga untuk menjaring makanannya berupa ikan.
Karnivor berkaki empat memiliki gigi geraham khusus yang digunakan untuk mengunyah daging. Gigi geraham ini dapat mengerat dan menghancurkan makanan. Gigi serinya kecil-kecil dan tajam. Gigi seri berfungsi untuk menggigit dan memotong makanan. Gigi taringnya panjang, besar, dan runcing. Gigi taring berfungsi untuk mengoyak mangsanya.

  
Hewan yang termasuk karnivora adalah:
·         Bangsa burung, misalnya        : Burung elang, burung rajawali,burung hantu,dsb.
·         Bangsa serangga misalnya      : Nyamuk laba-laba
·         Bangsa mamalia misalnya       : Harimau,singa,serigala,dsb
·         Bangsa reptile misalnya          : Ular,komodo,bunglon,cicak,dan tokek.
·         Bangsa ikan misalnya              : Hiu,arwana dan lohan

3. Omnivora



Hewan pemakan tumbuhan maupun daging disebut omnivora. Musang adalah salah satu contoh omnivor. Contoh lainnya adalah beruang, ayam, bebek, dan tikus.
 Beruang selain makan ikan juga memakan buah-buahan dan madu. Ayam dan bebek sangat suka terhadap biji-bijian. Namun, keduanya juga sering makan cacing atau serangga kecil lainnya.
Tikus seperti musang, ikan dan buah-buahan merupakan makanan kesukaannya. Pernahkah
kamu kehilangan lauk karena dimakan tikus? Bentuk gigi omnivor merupakan gabungan dari bentuk gigi herbivora dan karnivora. Gigi geraham omnivora berguna untuk melumat, gigi serinya untuk memotong, dan gigi taringnya untuk mengerat makanan.

Bangsa burung juga ada yang termasuk hewan karnivora. Misalnya, burung kutilang, burung jalak, dan burung cucakrawa. Pernahkah kamu melihatnya? Bagaimana bentuk paruh burung-burung tersebut? Bentuk paruhnya panjang, kecil, dan runcing. Bentuk paruh seperti itu sangat sesuai untuk mengambil makanan berupa tumbuhan serta hewan-hewan kecil yang berada di daun ataupun di dalam batang pohon. Selain pengelompokkan di atas ada juga hewan yang memakan bangkai,misalnya biawak dan burung Nasar.Ada anggota karnivora yang makan serangga yang seruing di sebut insektivora dan ada anggota herbivora yang makan buah-buahan yang di sebut frutifora.

PERTANYAAN
1.      Apa yang dimaksud dengan hewan herbivora,karnivora dan omnivora?
2.      Sebut dan jelaskan penggolongan hewan yang termasuk karnivora!
3.      Sebutkan ciri-ciri hewan herbivora!
4.      Apa yang dimaksud dengan insektivora dan frutivora?
5.      Apa fungsi gigi taring pada hewan karnivora!
Jawab :
1.      Herbivora adalah hewan pemakan tumbuhan
Karnivora adalah hewan pemakan daging atau hewan lain.
Omnivora adalah hewan pemakan tumbuhan dan hewan

2.       Bangsa burung, misalnya : burung elang,burung rajawali, burung hantu, dan sebagainya.
Bangsa serangga, misalnya : nyamuk, laba-laba, dan sebagainya.
Bangsa mamalia, misalnya : harimau, singa, serigala, dan sebagainya.
Bangsa reptil, misalnya ular, komodo, bunglon, cicak, dan tokek.
Bangsa ikan, misalnya : hiu, arwana, dan lohan.

3.      Hewan-hewan yang termasuk herbivora umumnya mempunyai gigi seri dan gigi geraham.
Gigi seri berguna untuk memotong motong makanan sebelum di kunyah.
Gigi geraham dengan permukaan yang luas di gunakan untuk mengunyah makanan hingga lumat.
Paruh burung pemakan biji memiliki ujung yang runcing tetapi tidak terlalu panjang,sedangkan burung pemakan madu mempunyai paruh yang dangat pajang untuk menembus bunga dan menghisap madu.

4.      Insektivora adalah  karnivora yang makan serangga
frutifora.adalah herbivora yang makan buah-buahan.

5.      Fungsi gigi taring adalah di gunakan untuk mencabik-cabik makanan.